Melawan Penjajahan Bahasa

Mei 1908, Boedi Utomo lahir sebagai organisasi nasional pertama di tengah masyarakat Indonesia yang masih bersifat kedaerahan. Organisasi ini bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme pemuda. Rasa itulah yang nantinya menjadi suplemen dalam memperjuangkan kemerdekaan atas penjajahan kolonial Belanda. Lebih dari seabad, peristiwa itu kini diperingati sebagai momentum kebangkitan nasional. Lalu, apa yang harus dibangkitkan di era modernisasi ini?

Sudah 68 tahun Indonesia menikmati kemerdekaan. Namun, masyarakat Indonesia justru masih harus berjuang menghadapi penjajahan. Bukan lagi Belanda atau Jepang yang harus dilawan melainkan kolonial bahasa asing yang semakin berkuasa di Bumi Pertiwi. Ketika arus globalisasi mengharuskan kita menguasai bahasa asing, masyarakat justru semakin mengesampingkan bahasa Indonesia dalam penggunaan kesehariannya.

Ikrar yang diucapkan oleh pemuda dalam acara Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional kini dinodai oleh masyarakat itu sendiri. Masyarakat justru lebih terbiasa menggunakan kata atau istilah berlabel bahasa asing. Seperti ada prestise yang tertanam dalam bahasa asing.

Bila dicermati, penjajahan bahasa asing muncul karena adanya lingkungan yang mendukung. Ketika industri film dan musik Hollywood menjelajahi negeri ini, maka otomatis lingkungan akan memberi label bergengsi pada bahasa Inggris. Hal itu diperparah dengan semakin banyaknya digunakan bahasa Inggris dalam penggunaan slogan iklan, merek barang, maupun istilah lain. Penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari dua ratus jiwa dipaksa mengalah dengan penggunaan istilah bahasa asing dalam iklan dan fasilitas publik. Akibatnya, masyarakat berlomba-lomba menggunakan bahasa internasional itu dalam pergaulan sehari-harinya. Bahasa Indonesia seolah hanya menjadi bahasa yang digunakan oleh orang kampung.

Undang-undang yang mengatur tentang penggunaan bahasa seolah tidak berfungsi karena kasus ini. Padahal, seharusnya UU tersebut bisa menjadi pelindung bahasa Indonesia.  Karena, bila UU dapat berjalan dengan baik, tentu bahasa Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Tentu kita tidak ingin bernasib seperti Filipina. Bahasa Tagalog yang menjadi bahasa nasional negara tersebut justru tergeser oleh penggunaan bahasa Inggris di lingkungan umum. Dan bila bahasa Indonesia masih menjadi bahasa nomor dua setelah bahasa asing, bukan tidak mungkin anak cucu kita tidak akan mengenal bahasa nenek moyang mereka.

Perbaikan bukan hanya menjadi tugas pemerintah tetapi juga masyarakat Indonesia itu sendiri. Jika pemerintah bertugas membuat aturan mengenai  penggunaan bahasa Indonesia di atas bahasa asing dalam fasilititas umum, maka masyarakat bertugas menjalankan aturan tersebut. Bila hal itu dilakukan secara terus menerus, tentu masyarakat akan terbiasa dengan bahasanya sendiri. Dengan begitu, citra positif bahasa Indonesia akan tertanam baik dalam pikiran mereka. Sehingga mereka tidak akan malu lagi menggunakan bahasa Indonesia dalam kesehariannya.

Memang, menguasai bahasa asing itu perlu. Namun, penggunakan bahasa Indonesia adalah wajib.

Artikel ini pernah dimuat di rubrik Poros Mahasiswa Koran SINDO pada 30 Mei 2013

Advertisements

16 Comments Add yours

  1. fatur irsyad says:

    Menurut saya, artikel ini bisa menjadikan anak negeri untuk meminimalisir penggunaan bahasa asing di Indonesia, karena apabila bahasa asing tidak di batasi maka Bahasa Indonesia bisa saja hilang dan terlupakan. Apalah artinya mengetahui bahasa asing tapi tidak mengusai bahasa di negeri kita tinggal, bagaikan taman tak berbunga.
    Tidaklah berguna sumpah yang diucapkan pemuda setiap 28 Oktober apabila bahasa asing menjadi bahasa umum di Indonesia.
    Intinya sebagai warga Indonesia kita harus bisa membatasi penggunaan bahasa asing, karena bahasa nasional kita adalah Bahasa Indonesia.

  2. Memang tidak dapat dipungkiri, masyarakat Indonesia lebih pandai menggunakan bahasa asing yang mereka anggap bahasa bergengsi, ketimbang bahasa sendiri yang mereka sebut bahasa kampung.
    Mungkin, penyebab dari penjajahan bahasa ini karena arus globalisasi dan kurang sadarnya masyarakat dalam menjaga bahasa nasional ini. Bisa jadi, bahasa ini akan “punah” 30-50 tahun lagi, bila tidak ada yang melestarikannya. Kita sebagai warga negara Indonesia yang baik harus melakukan M3 (Menjaga, Melestarikan, dan Menggunakan) bahasa persatuan kita yaitu bahasa indonesia dan mengurangi penggunaan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari.

  3. harusnya kita mendukung adanya bahasa asing yang masuk ke indonesia , apalagi 2016 ini ada Mea (Masayarakat Ekonomi Asean) banyak orang luar yang masuk keindonesia untuk memulai pekerjaan dan menggunakan bahasa asing , kita sebagai rakyat indonesia seharusnya juga belajar bahasa asing , dan kita harus ingat bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa kita sendiri dan kita tidak boleh meninggalkana /menghapus bahasa indonesia , kadang saya berfikir jika pahlawan negara masih hidup, dan melihat semua perjuanganya sia sia. apa yang ada di dalam hati mereka ? sedangkan sekarang banyak korupsi dimana mana , sogo menyogok aparat negara , hukum yang tumpul , dan masih bamyak yang lain.
    #bahasa asing boleh dipelajari asal tidak meninggalkan atau menghilangkan bahasa indonesia

  4. alfiaamalia says:

    Seharusnya penggunaan bahasa indonesia lebih sering digunakan. Agar bahasa indonesia tidak punah nantinya. Kita boleh saja mempelajari bahasa asing tapi kita harus mengutamakan bahasa indonesia dan tidak boleh mengesampingkan bahasa indonesia

  5. seharusnya pemerintah harus lebih memperhatikan lagi tentang masuknya bahasa asing. karna jika tidak diperhatikan maka bahasa indonesia perlahan-lahan akan hilang. memang, kita tidak bisa pungkiri pentingnya bahasa asing/bahasa internasional itu sendiri. seharusnya pemerintah bisa memberi batas agar bahasa asing tersebut tidak masuk terlalu dalam ke Indonesia. Bukan hanya pemerintah saja yang harus memperhatikan hal ini, kita juga sebagai rakyat indonesia jangan mau bahasa nenek moyang kita (indonesia) ditenggelamkan oleh bahasa asing. #MenggunakanBahasAsingItuPerluTetapiBahasaIndonesiaWajib.

  6. Menurut saya,artikel ini dapat menyadarkan orang di negeri ini. Khususnya pemuda-pemudi bangsa pada zaman sekarang. Dapar disimpulkan bahwa, Suatu bangsa itu memiliki kebanggaan tersendiri terhadap negerinya. Indonesia bisa maju tanpa perlu mahir berbahasa asing. Contoh : Arab,Korea,Jepang Negara-negara tersebut tidak berpaku dengan bahasa asing karena mereka memiliki pemikiran yang “cerdas”. Dengan menggunakan bahasa negaranya sendiri, negara tersebut bisa menarik turis berdatangan ke negara tersebut karena memiliki ciri khas yaitu dengan menggunakan bahasa negeri sendiri. Sebaiknya Indonesia dapat mengikuti jejak negara-negara tersebut selain menjadi ciri khas, indonesia juga dapat memperbaiki devisa negara dengan menarik lebih banyak turis berdatangan ke indonesia.

  7. Penduduk Indonesia mayoritas berlomba lomba untuk mempelajari bahasa asing dibandingkan bahasa indonesia. Hal tersebut memang perlu dilakukan apalagi sekarang ini kita sudah memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi Asian) dimana kita harus pandai menggunakan bahas asing . Jika tidak, maka kita akan kalah bersaing dengan negara lain. Tetapi, jangan sampai hal ini membuat kita melupakan bahasa indonesia. Kita dapat menggunakan bahasa asing sewajarnya saja.

    Tugas kita sekarang ini sebagai generasi penerus bangsa adalah mempertahankan dan melestarikan bahasa indonesia serta mengenalkan bahasa indonesia pada negara lain. Saat ini, ada beberapa negara yang menggunakan bahasa Indonesia seperti Vietnam, Australia, Amerika, dan negara maju lainnya. Meskipun, bahasa indonesia bukan sebagai bahasa utama di negara negara tersebut. Tetapi, kita harus bangga akan hal itu.

  8. Hasan says:

    Assalamualaikum wr wb. Menurut saya penggunaan bahasa asing memang wajib. Tetapi seharusnya penggunaan bahasa indonesia lebih di kedepankan atau sering digunakan. Supaya bahasa indonesia tidak dikesampingkan dengan bahasa-bahasa lain seperti:bahasa jepang,bahasa korea dsb. #BagiPemuda-pemudiIndonesiaKitaBolehSajaMempelajariBahasaAsing,TetapiJanganSampaiMeninggalkanBahasaNenekMoyangKita.

  9. MAS'ID ALLIM says:

    Warga negara indonesia seharusnya bangga berbahasa indonesia karena bahasa indonesia berpotensi menjadi bahasa resmi ASEAN.”Bahasa Indonesia telah dipelajari di banyak negara, mudah untuk dikuasai, berkembang pesat, dan sebagian besar kata-kata dalam Bahasa Indonesia juga ada dalam kosa kata bahasa negara ASEAN lainnya,” kata Suhartono, seorang Ahli bahasa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Warga indonesia patutnya berbangga karena negara-negara ASEAN sudah mahir berbahasa indonesia, contohnya banyak warga negara thailand yg sudah mahir berbahasa indonesia karena mereka akan menghadapi MEA. BANGGA BERBAHASA INDONESIA

  10. ygbener says:

    Patutnya warga indonesia bangga dengan bahasa indonesia karena bahasa indonesia berpotensi sebagai bahasa resmi ASEAN. “Bahasa Indonesia telah dipelajari di banyak negara, mudah untuk dikuasai, berkembang pesat, dan sebagian besar kata-kata dalam Bahasa Indonesia juga ada dalam kosa kata bahasa negara ASEAN lainnya,” kata Suhartono, seorang Ahli bahasa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Contohnya seperti negara Thailand dalam rangka menjalani MEA banyak dari warganya mahir berbahasa indonesia. BANGGA BERBAHASA INDONESIA

  11. Penduduk Indonesia mayoritas berlomba lomba untuk mempelajari bahasa asing dibandingkan bahasa indonesia. Hal tersebut memang perlu dilakukan apalagi sekarang ini kita sudah memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi Asian) dimana kita harus pandai menggunakan bahas asing . Jika tidak, maka kita akan kalah bersaing dengan negara lain. Tetapi, jangan sampai hal ini membuat kita melupakan bahasa indonesia. Kita dapat menggunakan bahasa asing sewajarnya saja.

    Tugas kita sekarang ini sebagai generasi penerus bangsa adalah tetap mempertahankan dan melestarikan bahasa indonesia serta mengenalkan bahasa indonesia pada negara lain. Saat ini, ada beberapa negara yang menggunakan bahasa Indonesia seperti Vietnam, Australia, Amerika, dan negara maju lainnya. Meskipun, bahasa indonesia bukan sebagai bahasa utama di negara negara tersebut. Tetapi, kita harus bangga akan hal itu.

  12. Bahasa indonesia merupakan jati diri negara Indonesia. Kita sebagai pemuda dan pemudi indonesia harusnya menjunjung tinggi bahasa yang kita punya, seperti yang tertera pada sumpah pemuda. Namun, hadirnya bahasa asing mulai mengikis penggunaan bahasa indonesia di negeri Indonesia sendiri. Tetapi jika kita tidak mampu berbahasa asing, Indonesia akan sulit menghadapi MEA yang akan diadakan, juga akan sulit bersaing dengan negara lain. Menurut saya hal yang perlu dilakukan adalah tidak melupakan,menghapuskan juga mengebelakangkan bahasa indonesia, karena bahasa merupakan alat pemersatu bangsa. Melainkan “menyeimbangkan” penggunaan bahasa indonesia dengan bahasa asing, agar tetap bisa menjaga bahasa indonesia dan mampu bersaing menghadapi negara lain. Terimakasih.

  13. Menurut saya, artikel ini dapat menyadarkan penduduk Indonesia dalam penggunaan bahasa asing, jika bahasa asing sering dipergunakan maka bisa saja bahasa Indonesia akan terlupakan. Memang tidak dapat dipungkiri, bahasa asing sangat diperlukan untuk saat ini dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asian).
    Tugas kita sebagai generasi muda Bangsa Indonesia harus melestarikan, serta memperkenalkan bahasa Indonesia pada negara lain bukan menyingkirkan atau melupakan bahasa Indonesia. Negara lain saja mau mempergunakan bahasa Indonesia, kenapa kita tidak sebagai warga negara Indonesia.

  14. Mempelajari bahasa asing sebenarnya sah sah saja ,apalagi sekarang kita sudah dihadapi MEA ( Masyarakat Ekonomi Asian). Tetapi, kita sebagai warga negara Indonesia tetap mengedepankan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari hari. Jangan sampai kita terlalu asyik mempelajari bahasa asing hingga lupa bahasa kita sendiri!

  15. annisadini24 says:

    Sebagai warga negara Indonesia, kita harus menjunjung tinggi Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris boleh saja dipelajari, tetapi jangan sampai dijadikan bahasa sehari-hari. Jika hal tsb tetap terjadi, penggunaan Bahasa Indonesia akan semakin tergeser.
    MEA seharusnya menjadi sarana kita untuk memperkenalkan bahasa kita pada orang asing. Bukan mempelajari bahasa mereka agar mereka terkesan.
    Marilah kita kurangi menggunakan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari dan menggantinya dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan KBBI.

  16. Saya setuju dengan artikel ini. Menurut saya, penjajah yang dahulu belum berhasil merebut kembali bangsa kita dengan cara penjajahan bahasa.Itu memang benar terjadi.Contohnya saja masyarakat zaman sekarang lebih bangga apabila bisa menguasai dan menggunakan bahasa asing.
    Mempelajari bahasa asing memang penting, karna sebentar lagi kita akan menghadapi MEA.Tetapi jangan sampai kita mengesampingkan bahasa kita sendiri yakni bahasa Indonesia.
    Seperti yang tertuang dalam sumpah pemuda ke-3 kita sebagai pemuda/i Indonesia harus bangga berbahasa yang satu bangsa Indonesia jadi, kita harus melestarikan bahasa Indonesia dengan cara menggunakannya dalam kehidupan sehari hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s