Ciuman Kematian

on

Sampai saat ini tidak ada yang tahu siapa sosoknya. Namanya begitu terkenal sejagad raya milik republik ini. Mulai dari tukang becak, petani, karyawan, mahasiswa, hingga para pejabat. Hanya saja mereka semua tidak tahu siapa di balik sosok itu. Karena yang tersisa dari setiap aksinya hanya sebuah bekas ciuman pada bibir korbannya. Oleh karenanya, mereka mengenal sosok itu sebagai ciuman kematian.

****

Jika banyak orang menyebut Jakarta sebagai kota yang tidak pernah tidur, mereka salah besar. Ada kalanya kota ini terjaga dalam lelapnya malam hingga membuat sang maut dapat melancarkan aksinya. Bukan di gang–gang sempit nan gelap. Bukan di gedung–gedung tua nan menyeramkan. Bukan pula di dekat pepohonan nan sunyi, tapi cukup di jalan–jalan protokol yang banyak dipenuhi oleh manusia dan kendaraan mereka. Dan sang waktu justru seolah menghalalkan segalanya. Tepat pukul 7 malam, saat di mana puncak keramaian kota Jakarta, cerita ini dimulai.

Mulai dari daerah Semanggi hingga ke arah Kuningan, sepanjang jalan ini mobil–mobil lebih terlihat seperti berada di dalam showroom mobil bukan di jalanan. Macet bahkan hampir tidak jalan. Bahkan jalan tol juga tidak memperlihatkan perbedaan yang signifikan.

Saat yang sama, seorang lelaki berumur 25 tahun berjalan seorang diri di jalan tersebut. Tidak ada rasa takut dalam benaknya. Ya, siapa yang takut berjalan di salah satu pusat kemacetan ibukota. Apalagi tengah malam masih sekitar 5 jam lagi, meskipun sang maut sudah berada kurang dari 20 meter darinya.

Tidak ada rasa lelah dalam tubuhnya meskipun 2 jam yang lalu ia baru memulai karaoke bersama rekan kerjanya. Hal ini biasa dilakukannya sebagai pelampiasan penat pekerjaan. Langkahnya terhenti ketika sosok yang selama ini menjadi pusat masalahnya berada di depannya. Tepat di halte samping gedung Semanggi, sosok itu berdiri di antara manusia lain. Meskipun sang malam menyelimuti mata dengan kegelapanny, namun itu tidak lantas membutakannya. Ia mengenali sosok itu. Bahkan sangat paham pada setiap lekuk tubuhnya. Tubuh yang dulu ia kuasai, ia rajai, ia pimpin. Itulah sosok tubuh yang mampu membuatnya melayang sekaligus jatuh.

“Angel,” panggilnya. Sosok bernama Angel itu mengangguk. Matanya melirik samping tempatnya berdiri. Tanpa diperintah, lelaki itu mengikuti arah mata Angel. “Bukannya kamu lagi sakit?” katanya lagi.

Angel tidak menjawab, hanya matanya menatap lelaki itu lekat. Sang lelaki yang ditatap oleh Angel justru merasa curiga. Selama 3 tahun bersama gadis ini, ia paham betul segala bentuk tubuh Angel, termasuk tatapannya. Dan yang sedang menatapnya bukan tatapan dari Angelnya.

“Temani anak kita,” bisik Angel, tangannya menyentuh leher lelaki tersebut. Sebuah suntikan kecil ditusukannya ke dalam kulit lelaki itu. Membuat cairan di dalamnya mulai menjelajahi tubuh melalui peredaran darah. Sangat kecil hingga lelaki itu tidak menyadarinya. Sementara bibirnya mengecup singkat bibir lelaki itu hingga meninggalkan noda lipstik berwarna merah. Beberapa orang yang melihat hal itu menatapnya. Ia hanya bisa membalas dengan senyuman tipis sambil pergi berlalu.

Lelaki itu hanya bisa diam. Ciuman itu tidak lagi membuat geloranya naik seperti beberapa waktu lalu. Ia ingin berkata, mengejar Angel, atau mungkin wanita yang mirip dengan Angelnya, tapi raganya menolak perintahnya. Lidah, tangan, kaki, dan seluruh tubuhnya menjadi kaku seketika. Hanya mata, nafas, dan detakan jantung yang menandakan ia masih hidup. Tapi itu juga tidak dapat dikatakan baik. Jantungnya seolah sedang ditusuk-tusuk. Sangat pedih.

Tiba-tiba ingatannya beralih pada ucapan wanita itu tadi, “temani anak kita.” Bagaimana mungkin ia memiliki anak, sedangkan ia belum menikah. Wanita itu gila, pikirnya. Wanita yang mirip dengan Angel itu gila. Sama gilanya dengan Angel yang sedang dirawat di rumah sakit jiwa.

Angel?

Satu-satunya anak yang hampir dimilikinya adalah bersama Angel. Tapi sekarang anak itu sudah meninggal bersamaan dengan Angel yang dibawa ke rumah sakit jiwa. Atau lebih tepatnya mati karena dibunuh. Anak itu mati sebelum Tuhan meniupkan roh padanya. Memaksa Angel melakukannya pada seorang dokter “kandungan” ternama dengan memberikan bayaran yang mahal.

Temani anak kita?

“Anak kita sudah mati,” ucapnya dalam hati. Tiba-tiba ketakukan mulai menjalar dalam dirinya. Ia mulai merasakan malaikat maut datang kepadanya. Mulutnya ingin berteriak meminta tolong, tapi sayang itu tidak berjalan dengan baik. Matanya menatap setiap orang yang melewati dengan tatapan minta tolong. Tapi orang-orang justru tidak menangkap pesan itu. Mulutnya tertarik mirip seperti sebuah senyuman karena bibir wanita yang mirip Angel yang membuatnya seperti itu. Membuat orang-orang yang melihatnya seolah sedang tersenyum ramah pada mereka.

Sementara lelaki itu semakin ketakutan. Tidak pernah ia mengalami ketakutan yang dahsyat seperti ini. Yang pertama dan juga yang terakhir. Ia merasa tidak berdaya dengan kondisi seperti ini. Biasanya ia selalu merasa dirinya adalah manusia hebat. Hebat karena membuat Angel rela menyerahkan hartanya yang paling berharga. Menyerahkan setiap bagian tubuhnya dikuasai olehnya. Membiarkannya mengembalikan harta kecil titipan Tuhan.

Kakinya mulai terasa dingin. Berarti malaikat maut sudah merasuki kakinya dan siap menjalar setiap tubuhnya hingga tenggorokannya. Beribu kata maaf mulai diucapkannya dalam hati. Pada Tuhan yang selalu ia lupakan keberadaan-Nya. Pada orang tua yang ia abaikan nasihatnya. Pada Angel yang ia hancurkan kebaikannya. Pada buah hati yang tidak sempat ia saksikan kehadirannya.

Bagian perutnya yang kini menjadi dingin. Sosok-sosok itu mulai berada dalam benaknya. Tuhan yang menciptakannya dengan segala kesempurnaan. Orang tua yang menghadirkannya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Angel yang menemaninya dengan sentuhan-sentuhan cinta. Buah hati yang ia datangkan dengan perasaan cinta bersama Angel.

Rasa dingin sudah mulai merambah ke dadanya. Ia ingin Tuhan memberikan waktu padanya. Sekali lagi untuk memperbaiki semua kesalahannya. Kesalahan pada Tuhan, ia akan menjalankan setiap perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Kesalahan pada orang tua, ia akan berbakti dan menuruti setiap nasihat dari keduanya. Kesalahan pada Angel, ia akan membiarkan buah hati mereka tumbuh dalam rahim Angel, dan menikahinya untuk melengkapi rasa cintanya. Dan kesalahan pada buah hatinya. Belum sempat ia memikirkannya, tenggorokannya sudah terasa dingin.

*****

Kini yang tersisa dari kejadian semalam adalah pemberitaan di berbagai media. Semuanya mengenai korban sang ciuman kematian. Pihak kepolisian mulai kembali bekerja untuk mengungkap kasus ini. Setiap saksi diperiksa, diberi pertanyaan mengenai kronologis kejadian yang mereka lihat. Beberapa hari kemudian giliran Angel yang diperiksa, karena hampir semua saksi mengatakan kalau manusia terakhir yang mereka lihat bersama korban adalah Angel. Tapi sayangnya Angel tidak dapat diperiksa karena ia mengalami gangguan kejiwaan. Hal itu bersadarkan pemeriksaan. Lagipula beberapa orang di rumah sakit memberi kesaksian yang meringankan tuduhan terhadap Angel. Saat malam kejadian, Angel sedang berada di rumah sakit. Sidik jari yang ditemukan di leher korban juga tidak mengarah pada sidik jari milik Angel. Dan akhirnya Angel bebas dari tuduhan. Sang pemilik ciuman kematianpun masih berjaya di luar sana. Siap menanti korban selanjutnya.

*****

Advertisements

24 Comments Add yours

  1. Cerita ini cukup bagus,bahasa yang mudah di mengerti dan alur cerita yang membuat penasaran dengan hubungan tokoh laki laki tersebut dimasalalu dengan tokoh yang bernama angel,serta seseorang yang memberikan ciuman kematian kepada laki laki itu yang tidak diketahui siapa orangnya.

  2. Alur ceritanya cukup menarik. Mampu membuat pembaca menjadi penasaran, terutama di bagian pembuka. Dari cerpen di atas kita juga dapat mengambil hikmahnya. Sisi positifnya. Menyadarkan kita untuk berfikir dahulu sebelum bertindak, agar tidak menyesal di kemudian hari.

  3. Alur cerita yang cukup menarik, bahasa yang mudah di pahami. Di awal pembukaan buat saya penasaran untuk membacanya, dari cerpen diatas mengajarkan kepada kita apa artinya rasa kepemilikan, birfikir dahulu sebelum bertindak untuk menghindari rasa penyesalan.

  4. alur cerita nya cukup bagus dan menarik, bahasa nya juga mudah di pahami. Di pembukaan saya sangat penasaran dengan cerita di atas. Cerpen di atas mengajarkan kepada kita untuk berfikir terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan yang suatu saat nanti kita akan menyesal jika salah melakukan tindakan tersebut.

  5. Assalamu’alaikum saya sudah membaca cerpen diatas, ceritanya bagus dan prolognya membuat pembaca lebih penasaran untuk membacanya. Pesan yang dapat diambil dari cerpen tersebut adalah “hargai apa yang kita punya dan tetap bersyukur kepada Tuhan dengan apa yang sudah diberikan”. Karena kalau ingin bertindak tanpa berpikir penyesalan selalu datang di akhir.

  6. firdaauliah says:

    Assalamualaikum wr.wb saya suka dengan cerpen diatas atau yang barusan saya baca. Bahasanya menarik,bermanfaat dan mudah untuk dimengerti. Cerpen ini menyimpulkan bahwa kita harus berfikir dulu sebelum bertindak, Karna penyesalan selalu datang diakhir. Pesan yang dapat saya ambil dari cerpen tersebut adalah “tuhan yang menciptakannya dengan segala kesempurnaan”. Jangan kau sia-siakan kesempurnaan itu. Tetaplah bersyukur dengan apa yang sudah diberikan. Hidup cuman sekali berfikirlah positif dan manfaatkan waktu yang sebaik-baiknya.

  7. faniasa'adah says:

    Alur cerita yang begitu menarik,sehingga si pembaca menjadi penasaran dalam sosok sang ciuman kematian, tetapi ada beberapa kesalahan dalam penulisan tersebut seperti (ketakukan). Makna yang bisa kita dapat dari cerpen diatas adalah kita harus berfikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu dan sebelum penyesalan menghampiri diri kita .

  8. Nadia Djumhana says:

    Setelah saya membaca cerpen yang berjudul “Ciuman Kematian” menurut saya ceritanya sangat bagus,dan bahasanya cukup mudah dipahami,namun ada kata yang salah seperti “Kegelapannya” tapi cukup dapat dipahami bahwa itu adalah kegelapan.Dan kurang kata “Ke” pada tulisan “Mata melirik samping tempatnya berdiri” menurut saya akan lebih tepatnya lagi bila kata-katanya ditambah kata “Ke” seperti “Matanya melirik ke samping tempatnya berdiri”.

  9. Assalamualaikum, saya sudah membaca cerpen yang berjudul “Ciuman Kematian”. Menurut pendapat saya cerita ini cukup menarik & alurnya sangat baik. Bahasanya juga mudah dimengerti, akan tetapi masih ada kesalahan kata yang harus diperbaiki. Cerita ini dapat memberi suatu motivasi buat kehidupan kita, bahwa kita harus berfikir dulu sebelum bertindak, karena penyesalan datang di akhir & waktu tidak dapat di ulang kembali untuk memperbaiki penyesalan yang sudah terjadi.

  10. nishanuraini says:

    Assalamualaikum wr.wb
    Sejak awal saya membacanya, saya sudah disuguhkan cerita yang cukup menarik. Terutama oleh salah satu tokoh yaitu sang pemilik ciuman kematian. Diawal cerita seakan-akan pemilik ciuman kematian ini sudah merenggut banyak nyawa.

    Dicerita ini masih banyak pertanyaan di benak saya yang sepertinya jawaban itu mustahil ditemukan di kisah ini. Seperti “Sebenarnya apa tujuan dari si pemilik ciuman kematian tersebut membunuh orang?” Atau “Mengapa selalu ada tanda bekas bibir yang melekat pada tubuh korbannya?”

    Akankah tujuan dari pemilik ciuman kematian tersebut hanya membunuh orang yang telah berbuat jahat? Atau sang pemilik ciuman kematian tersebut merupakan sosok yang sengaja dikirim oleh tuhan untuk membalas perbuatan-perbuatan keji manusia?

    Akan tetapi secara keseluruhan cerita ini cukup bagus dan berhasil mengundang rasa penasaran saya sehingga saya terus membacanya sampai akhir. Wassalam

  11. Setelah saya membaca cerpen diatas yang berjudul ciuman kematian. Menurut pendapat saya, cerpen tersebut sangat menarik karena dapat membuat sang pembaca penasaraan akan siapa sosok pembunuh tersebut. Cerpen ini juga mengingatkan kita untuk selalu menghargai orang lain, rasa kepemilikan, serta selalu berfikir terlebih dahulu sebelum melakukan suatu hal.

  12. aburizalf says:

    Assalamualaikum wr.wb

    Setelah membaca cerpen ini saya dapat menilai cerpen ini sangat bagus, bahasa yang mudah dipahami, serta dengan alur yang dibuat menarik. Karena cerpen ini membuat saya penasaran akan cerita masa lalu sang tokoh dalam cerpen, dan siapa tokoh yang digadang-gadang membuat sensasi dengan Ciuman Kematiannya itu?

    Namun dalam cerpen ini ada juga beberapa typo yang saya temukan seperti kata ‘kegelapanny’ yang harusnya ‘kegelapannya’, dan kata ‘ketakukan’ yang harusnya ‘ketakutan’.

    Cerpen ini juga memotivasi kita untuk berfikir terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan agar tidak timbul penyesalan dari diri kita nantinya.

    Terima Kasih

  13. Assalamualaikum wr.wb

    Dengan senang hati cerpen ini saya nilai sangat bagus, tanda baca titik koma dan huruf besarnya juga benar, bahasanya sopan dan mudah dipahami, alur ceritanya juga menarik, merangkai kalimatnya juga bagus, kita juga bisa mengambil hikmahnya dan positifnya dari cerpen diatas, patut dicontoh untuk semua orang yang suka membuat cerpen, walaupun masih ada 2 kalimat kesalahan tapi itu no problem harus diperkembangkan kembali. Cerpen diatas menyadarkan kepada kita semua janganlah bertindak, sebelum ada penyesalan kedepannya.

  14. Menurut saya cerpen ini sangat bagus dan alurnya juga menarik, tetapi ada kalimat yang harus diperbaiki
    cerita ini seperti cerita orang sakit jiwa yang ingin merenggut nyawa seseorang,dan sepertinya sudah banyak nyawa orang yang dia renggut, entah apa yang dia mau dari orang-orang tersebut
    Cerpen ini bisa ambil positifnya. janganlah berbuat sebelum berfikir karena penyesalan selalu datang di akhir.

  15. Rinurvi says:

    Assalamualaikum,saya sudah membaca cerita di atas,menurut saya alurnya sangat baik,tetapi ceritanya belum sampai akhir sehingga membuat si pembaca sangat ingin tahu siapa sebenarnya sang pemilik ciuman kematian,Makna yang bisa kita dapat dari cerpen diatas adalah kita harus berfikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu dan sebelum penyesalan menghampiri diri kita ,tulisannya sangat rapih dan mudah di mengerti sehingga membuat pembaca ingin mengulang kembali membaca cerita ini. Dan ada kata kata yg salah menulis /typo yaitu pada kata ‘ketakukan’ yang harusnya ‘ketakutan’. Tetapi ini membuat si pembuat cerpen agar berhati2 dalam menulis dan bisa di perbaiki.
    Wassalam.

  16. Assalamualaikum wr.wb
    Setelah saya membaca cerpen yang berjudul ” Ciuman Kematian ” menurut saya alur ceritanya cukup bagus dan menarik sehingga pembaca dapat mudah memahami isi tulisan didalam cerpen diatas, tutur kata yang jelas dan mudah dimengerti, serta tanda titik atau koma pada cerpen tersusun benar. Rangkaian cerita yang bisa menjadi motivasi bagi semua orang, sehingga bisa lebih menyadarkan kepada diri sendiri atau orang lain bahwa sebaiknya kita berfikir terlebih dahulu sebelum melakukannya, karena segala penyesalan akan datang secara tiba-tiba dimasa yang akan mendatang, sehingga kita tidak dapat mengulang penyesalan yang sudah terjadi.
    Terimakasih, wassalam.

  17. Assalamualaikum…
    Setelah saya selesai membaca cerpen “Ciuman Kematian” diatas, dari awal prolog sampai akhir saya sangat tertarik. Cerpen ini sangat bagus sekali, ceritanya mudah dipahami sehingga membuat si pembaca penasaran untuk membacanya. Dari cerpen tersebut kita bisa mendapatkan sisi positifnya, berfikirlah dahulu sebelum bertindak agar tidak menyesal nantinya. Kita tidak boleh mengabaikan keberadaan Tuhan dialah yang telah menciptakan kita dan kepadanyalah kita kembali. Kita tidak boleh melupakan nasehat kedua orang tua sebab beliau yang telah merawat kita dari kecil sampai sekarang. Kita juga tidak boleh menghancurkan kebaikan orang lain oleh karena itu kita harus menghargai atau membalas kebaikannya dengan kebaikan juga bukan dengan kejahatan.

  18. mbaratapg says:

    cerita ini menjelaskan bahwa, sebelum kita melakukan sesuatu berfikirlah ke depan, dan berani ambil resiko jangan pentingkan nafsu terlebih dahulu. jangan melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama, karna segala sesuatu itu dapat terjadi dengan kehendak tuhan.

  19. mbaratapg says:

    cerita ini cocok untuk anak muda jaman sekarang agar tidak melakukan pergaulan bebas. Dan di cerita ini menjelaskan bahwa sebelum melakukan suatu hal sebaiknya di fikirkan apa resiko yang akan kita terima ke depannya dan juga harus berani bertanggung jawab. segala sesuatu pun dapat dilakukan oleh tuhan yang maha esa, walaupun kita dalam kondisi sehat, segar dan bugar, kalau tuhan berkehendak untuk mencabut nyawa maka nyawa kita akan tercabut. penyesalan itu selalu datang belakangan.

  20. cerita ini cukup menarik tetapi saya kurang memahami tokoh angel. dan diderita ini ada typo pada bagian “Tidak ada rasa lelah dalam tubuhnya meskipun 2 jam yang lalu ia baru memulaikaraoke bersama rekan kerjanya. Hal ini biasa dilakukannya sebagai pelampiasan penat pekerjaan. Langkahnya terhenti ketika sosok yang selama ini menjadi pusat masalahnya berada di depannya. Tepat di halte samping gedung Semanggi,sosok itu berdiri di antara manusia lain. Meskipun sang malam menyelimuti mata dengan kegelapanny, namun itu tidak lantas membutakannya. Ia mengenali” sekian.

  21. Prasetyo Hadi says:

    Menurut saya bahasanya menarik, mudah dipahami dari cerita diatas dapat disimpulkan bahwa sebelum kitamelakukan sesuatu harus difikirkan karena penyesalan datangnya di akhir

  22. anisa394 says:

    Cerita yang sangat menarik dan bahasa yang sangat mudah dimengerti. Alur cerita tersebut juga membuat rasa penasaran muncul sehingga ingin cepat mengetahui endingnya.

    Dapat disimpulkan bahwa ketika kita ingin melakukan sesuatu hal yang kurang baik sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu agar tidak terjadi penyesalan dikemudian hari.

  23. Aditya Permana says:

    Assalamualaikum…..
    Setelah saya selesai membaca ceritanya. saya dapat menyimpulkan bahwa ceritanya sangat menarik dan alurnya pun menggunakan maju-mundur.Tapi saya masih kurang paham pesan moral dari cerita tersebut karena ceritanya menurut saya menggantung…Thx.Terus Berkaya

  24. Ceritanya sangat bagus dan penggunaan bahasanya sangat rapi dan mudah dimengerti, ceritanya membuat penasaran dengan endingnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s